kapan lagi kusatukan hati dengan milik orang lain | kapan lagi kusematkan pujian pada seindahnya perhiasan | kapan lagi ku dapat menyemaikan harapku | kapan lagi ku merayu dan berharap waktu tak beranjak meski berdetak | kapan lagi, siapa lagi, dimana lagi dapat kutemukan | cinta yang pernah kuanggap sejati, nampaknya benar-benar menjadi sejati | ia bertahan dalam ingatan dan menancapkan karat di hatiku | harus dengan apa ku menyebutnya? | sedimentasi? | frozenisasi? | kristalisasi ? | seperti yang lain yang pernah merasakannya... tampak rinduku semakin tumbuh dan mendominasi | bahkan terkadang aku merasa telah musyrik dengan gangguan ini | kuharap ia tak terlalu manis untuk kukenang dan menjadi tangis | ku harap ia tak terlalu pahit untuk dapat kulupakan | namun meski waktu jauh membawaku, tak dapat kutemui lagi insan sepertimu | hanya kamu dan tak pernah terganti | rasa yang mereka sajikan tak dapat menawarkan rinduku | hanya bisa menyejukkan dahagaku sesaat | rasa yang mereka berikan tak mampu mengisi relung-relung hatiku | hanya merambah pada indera jasad | aku hanya ingin kamu | selama apapun ku tetap menunggu |