Rabu, 30 Mei 2012

Semua orang tahu, aku bodoh. Namun tak tahu mengapa aku begitu pintar, untuk menyembunyikan perasaanku. Itu bodoh sekali!!!

Senin, 28 Mei 2012


Akulah semut yang melihat gula
akulah ngengat yang mendamba nyala
akulah pasir besi yang tertarik gaya ribuan tesla

Kulangkahkan kaki mendekat dirimu
tuk singkirkan jarak yang menyela
dan mendekode isyarat darimu
apakah seperti yang ada dalam kepala

Sebelum lamunanku terperangkap jala
Sebelum sadarku beranjak menjadi gila
Takkan kusiakan waktu tuk ungkapkan segala
Hingga aku pastikan sejak semula
Itu bukan cinta, tak satupun gejala terpola

Biarlah cinta tumbuh liar di hatiku
Berbunga dan berbuah untukmu
Biarlah inspirasi mengalir seperti nafas yang kuhela
Dan namamu menjadi rima dalam puisiku, E---

Kamis, 24 Mei 2012


kau adalah margin yang membuatku integral
kau adalah pori yang menjadi jalan keluar racunku
kau adalah garis yang memisahkan dua arah berlawanan
kau adalah gang yang menjadi jalan lain ke tempat tujuanku
kau adalah sela yang kutuai saat ku memuai
kau adalah pola yang terukir agar aku tak tergelincir
kau adalah celah yang bagi udara yang ku hirup
kau adalah jarak yang menjadi ruang gerakku
kau adalah jeda yang ada di setiap aktifitasku
kau adalah interval di setiap nada dan nyanyianku

kau adalah spasi yang membuat kalimatku terbaca
tidur dan bermimpilah sedalam mungkin | aku tak akan membangunkanmu | pergilah ke tempat-tempat yang ingin kau tuju | langkahkan kaki dan berlari | kenakanlah sayapmu dan terbanglah tinggi | selami palung-palung terdalam itu, lakukanlah eksplorasi | di alam fantasi tak ada yang akan membatasi |

rasakanlah dinginnya kutub dan panasnya sahara | kecaplah pahitnya empedu dan manisnya madu | dengarkanlah merdu harmoni, meski kadang bercampur distorsi | sentuhlah dinding dan wajah mereka yang kau puja | hirup aroma wewangi tuk segarkan nafasmu | puaskanlah mencicipi rasa dari segala indera |

hingga saat kau terbangun kau kan dapati aku menunggumu | di depan pintu | segeralah berkemas, aku akan mengantarmu | kemanapun kau mau |

Selasa, 22 Mei 2012

Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku meminta dan hanya kepadaMu aku memohon petunjuk | lindungilah orang-orang yang aku sayangi | hanya Kau yang tahu isi di dalam dadaku | sedalam apa perasaan dalam hatiku untuknya | lindungilah ia dari perasaan kecewa dan tidak bahagia | lindungilah ia dari bahayanya rasa kebencian terhadap orang yang tak ramah | kuatkan selalu hatinya untuk selalu ikhlas dan memaafkan | kuatkan selalu hatinya agar terbuka pada hal yang bisa membuatnya bahagia | kuatkan hatinya agar tak mudah menyerah | bimbinglah ia selalu | dan tetapkan hatinya di jalanMu

Ya Tuhanku, berilah ia kesehatan batin dan raga | jagalah ia agar selalu menjaga dirinya | karena itulah sebaik-baiknya syukur | jagalah ia agar kesibukannya tak membuatnya lupa bahwa energi membutuhkan kalori dan tubuh memerlukan nutrisi |

Ya Tuhanku | aku menyayanginya...



Rabu, 16 Mei 2012


aku hanya ingin punya arti bagi hidup kamu | tak perlu kau balas semua ini | cukup senyummu masih menghiasi wajah cantikmu | dan dapat kulihat cerahnya dari sini | bila setiap waktu kau masih dapat merasakan bahagia | berarti do'aku terkabulkan | bila sedih dan derita menggelayuti hati dan fikiranmu | apalah daya yang bisa aku lakukan untuk menghiburmu |
seandainya kau permata, sepantasnyalah emas yang mengikatmu | tak hendak aku menampakkan diri tuk selalu bersamamu | karena itu akan memudarkan kilaumu |
betapa ingin kusampaikan semua ini | betapa ingin aku merayumu | namun untuk sebuah hati yang bukan untukku | apalah artinya aku menempa kata |

bila kau butuh aku, telpon saja aku | atau kirimlah pesan | aku akan datang | :)

Minggu, 06 Mei 2012

kunikmati dingin dalam tenda | kucoba biasakan hembus angin malam itu menerpa | mencoba mengajaknya bicara | kusentuh kaki dan kugosokkan tanganku padanya | sedikit gesekan mungkin menghangatkanku | meski tak ada sinyal malam itu | tak ada yang bisa kubaca tuk hangatkan dada | hanya terucap segala puji tuk memuja | atas sujud yang masih dapat kudirikan di atas tayammum | karena air hanya cukup untuk minum | meski pemandangan di bawah sana mengganggu khusyukku |
duhai malam yang terlewatkan | sisa malam sesudahnya kamu muncul lagi di mimpiku | sekali-kali | meski waktu berganti | kapan lagi aku mendaki | di atas puncakmu berdiri | melantunkan Indonesia Raya dan mengerek bendera |