kunikmati dingin dalam tenda | kucoba biasakan hembus angin malam itu menerpa | mencoba mengajaknya bicara | kusentuh kaki dan kugosokkan tanganku padanya | sedikit gesekan mungkin menghangatkanku | meski tak ada sinyal malam itu | tak ada yang bisa kubaca tuk hangatkan dada | hanya terucap segala puji tuk memuja | atas sujud yang masih dapat kudirikan di atas tayammum | karena air hanya cukup untuk minum | meski pemandangan di bawah sana mengganggu khusyukku |
duhai malam yang terlewatkan | sisa malam sesudahnya kamu muncul lagi di mimpiku | sekali-kali | meski waktu berganti | kapan lagi aku mendaki | di atas puncakmu berdiri | melantunkan Indonesia Raya dan mengerek bendera |
duhai malam yang terlewatkan | sisa malam sesudahnya kamu muncul lagi di mimpiku | sekali-kali | meski waktu berganti | kapan lagi aku mendaki | di atas puncakmu berdiri | melantunkan Indonesia Raya dan mengerek bendera |