Akulah semut yang melihat gula
akulah ngengat yang mendamba nyala
akulah pasir besi yang tertarik gaya ribuan tesla
Kulangkahkan kaki mendekat dirimu
tuk singkirkan jarak yang menyela
dan mendekode isyarat darimu
apakah seperti yang ada dalam kepala
Sebelum lamunanku terperangkap jala
Sebelum sadarku beranjak menjadi gila
Takkan kusiakan waktu tuk ungkapkan segala
Hingga aku pastikan sejak semula
Itu bukan cinta, tak satupun gejala terpola
Biarlah cinta tumbuh liar di hatiku
Berbunga dan berbuah untukmu
Biarlah inspirasi mengalir seperti nafas yang kuhela
Dan namamu menjadi rima dalam puisiku, E---