biru, jingga, merah
warna hari ini menjadi semakin sepi
seperti naskah lusuh yang difotokopi
lalu difotokopi lagi
terus difotokopi lagi
semakin suram dan tak terbaca
lalu hitam, gelap, semakin pekat
malam merambah semakin gelisah
ke bumi yang sebelah
seperti tinta yang tumpah menyebar ke serat kertas
menjadi membran yang membungkus diri
dalam kepompong meditasi
namun sepi masih dapat kunikmati
memandang jauh di kaki langit
kerlip lampu nun jauh di sana
di masjid, di asrama, di kemeriahan pesta
di kota
masih dapat kunikmati jua
indahnya syair Syaikh Ja'far al-Barzanji
di masjid, di musholla, di kemeriahan maulid
di desa-desa
sholatullahi ma lahat kawakib,
'ala Ahmad khoiri man rokiban najaib
:meski tiada bintang malam ini